x

.

Wednesday, 28 August 2013

Terima kasih guruku tercinta


Di minggu ini, ada tugas Bahasa Indonesia : membuat puisi tentang pak gasim raharusun yang akan segera pensiun. Berikut ini adalah puisi yang saya buat dan yang tidak ketinggalan yaitu puisi dari sobat saya dari kelas sebelah(XII IPA 1), yaitu Aldwin Setiawan. Yaahhhh daripada puisi kami dibuang2, mending saya masukin saja di postingan ini... Yaaahhhh untuk kenang2an lah.

Oke langsung saja, puisi yang pertama ini buatan saya.

Guruku Tercinta

Kau yang pertama tapi bukan yang utama Pertama kali hadir dalam sosok pemuda gagah Berteman peluh... berkawan matahari khatulistiwa. Dengan sekawanmu... membangun tempat impian

Hari silih berganti... Pepohonon hijau mulai pudar. Setiap kemunculan garis di wajahmu... selalu dihiasi kenangan manis beriring pahit... tercampur rambut yang memutih

Kesederhanaanmu... Kesetiaanmu... Kebijaksanaanmu... semua terangkai indah dibalut senyum bersahaja. Sosokmu akan selalu kurindukan...

Guruku... Masa senja telah memanggilmu. Datanglah... sambut senja itu. Pergimu dari tempat ini... takkan membuatmu pergi dari hati ini . Terimakasih untuk segalanya... Guruku tercinta

yaaa itu tadi adalah puisi yang dibuat untuk memenuhi tugas bahasa indonesia dari bu Wit. Jelek sih emang, tapi gapapa... Yang penting ori.

nah sekarang puisi punya Aldwin... Menurut saya puisinya bagus, jadi saya masukin saja di dalam postingan kali ini.

Terima Kasih Guru

Guru,Pengajaranmu bagaikan makanan... Yang diisi kedalam otak, selaku tempat makanku... Yang dibawa ke sekolah, sebagai bekal... Tuk dibawa ke masa depan sebagai ilmu...

Walaupun terkadang makanan itu kurang enak... tetapi itu adalah makanan sehat yang kelak akan berguna... Walaupun terkadang pengajaranmu biasa kurang berkenan... Tetapi pengajaranmu itulah yang membuatku menjadi orang berguna di masa depan... Tetapi, seenak- enaknya makanan itu, akan ada waktu dimana sesuatu akan habis... Karena, tidak ada yang abadi di dunia ini.

Dan pada saat itu tiba, kami akan berkata "terima kasih atas makanannya" Begitu pula denganmu guru, waktumu tidaklah selamanya... Demikian jika untukmu telah tiba untuk mengucapkan perpisahan, dengan bangga serta sedih, kami akan mengucapkan "terima kasih atas pengajaranmu yang berharga guruku..."

Hehehe... Itu tadi puisi yang kami berdua telah buat. Sampai ketemu di postingan selanjutnya yahhh...
0 Komentar di Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 komentar:

Post a Comment

Terimakasih atas kunjungan anda.
Tinggalkanlah komentar anda disini karena komentar anda sangat berguna bagi Blog ini.