x

.

Thursday, 28 November 2013

Yang keTujuh


Selasa, 26 November 2013

Puji syukur kami naikkan ke hadirat Tuhan yang maha Esa karena proses belajar mengajar bisa berlangsung dan pada akhirnya bisa selesai dengan baik. Mmmmmm, kalau dipikir-pikir memang wajar kalau proses belajar mengajar hari ini dibilang berjalan baik( tanpa ada kesuraman ). Kenapa bisa begitu? Ya karena memang tidak ada yang mengajar. Hehehe... Gak ngerti? Gini nih...

Jam pelajaran pertama, kedua, ketiga dikuasai oleh ibu Wit dengan “Bahasa Indonesia”. di dua jam pertama, kami ULANGAN. Ini bisa dibilang ulangan yang ngebuat sebagian besar dari kami merasa diPHPin. Kami belajarnya yang lain, eh keluarnya yang lain. Sudah pasti ulangan di dua jam pertama itu dilalui dengan mengarang bebas bagi kami yang salah belajar dan bagi kami yang tidak belajar sama sekali. setelah ulangan selesai, masih tersisa 1 jam pelajaran dan ibu melanjutkan dengan mengajar. Ini maksudnya apa coba? Udah ngasih ulangan yang ngePHPin, selesai ulangan malah lanjut materi. Apapun tujuannya, ini sama sekali tidak baik. Murid dipaksa mengerjakan soal yang bikin stres dan sudah pasti membutuhkan istirahat. Apakah mereka tahu bahwa memberi pelajaran setelah ulangan itu sangat tidak efektif? Iyaaa... tidak guna, sebagian besar murid tidak akan memperhatikan kalau materi pembelajarannya diberikan setelah ulangan. Sampai sekarang, saya bahkan tidak ingat apa yang diajarkan oleh ibu saat itu. Jadiiii yaaaaa kita anggap saja tidak ada proses belajar mengajar di jam Bahasa Indonesia.

Jam pelajaran berikutnya adalah Fisika. Di jam fisika, kami harus menghadapi ULANGAN. Sudah pasti tidak ada proses belajar mengajar yang berlangsung, yang ada hanya proses peras memeras otak lagi.

Dan ketika masuk pada jam pelajaran terakhir( Akuntansi ), Ibu Elda hanya memberi catatan. Sebenarnya kami( XII IPA 2 ) tidak begitu senang kalau disuruh mencatat, tapi yaaah apa boleh buat ; kami lebih senang lagi kalau guru tidak mengajar. Saya sebenarnya masih bingung dengan jalan pikiran ibu guru yang satu ini, beliau pernah curhat saat kelas 2 dulu, kurang lebih ibu bilang begini : “Kalian tahu, ibu dulu itu tidak suka pelajaran akuntansi, abis gurunya ibu itu setiap hari Cuma kasih catataaaaaannnnn terus, catataaaaaannnn terus. Lama-lama jadi bosan” Nah, tuhkan? Terus kenapa sekarang beliau malah ngasih catatan terusssss, catatan terussssss??? Jadi ceritanya, ibu ingin membuat kami membenci akuntansi? Okelah kalau begitu maunya ibu...

Setelah ibu memberitahukan yang harus kami catat kepada Fridolin, ibu segera pergi. (Catatan : Ibu memberi tahu kepada kami, jika ibu kembali, kami semua sudah harus selesai mencatat apa yang Fridolin catat di papan) Setelah ibu sudah dipastikan pergi jauh dan tak terlihat lagi, mucullah sifat biadab dari beberapa murid. Mereka membuka daftar nilai milik ibu Elda sambil berebutan( untung tidak sobek ). Karena nanti akan menimbulkan keributan jika kami berebut ingin melihat nilai akuntansi kami, maka Paulina mengambil keputusan yang entah harus dinamakan bijak atau biadab. Ia memutuskan untuk membacakan nilai akuntansi kami di depan kelas. Saya dan Budi hanya bisa berdiri di pintu kelas untuk memantau gerak –gerik ibu Elda. Sampai Paulina selesai membacakan semua nilai, ibu belum juga datang.

Oiya, di jam akuntansi ini, entah kenapa ketua kelas kami( Alvin ) agak kurang waras. Dia yang biasanya menjaga ketenangan dan ketertiban kelas, eh malah menjadi orang terdepan dalam membuat keributan. Bahkan ia malah menyuruh Fridolin untuk berhenti mencatat sebentar. Barulah ketika ibu datang, dengan wajah polos, Fridolin melanjutkan mencatat di papan. Ada apa dengan Alvin yah? Entah dia salah minum obat atau belum dapat jat*ah, kelakuannya di hari ini sangat keren. Semoga, besok-besok akan ada lagi Alvin yang seperti ini.

Jadi gimana? Udah ngerti kan? Udah? bagusssss...

Eh? Apa? Tidak ngerti? Ya sama, saya juga tidak mengerti apa yang saya tulis barusan.

Kita lanjut lagi saja yah...

Okeee... setelah jam akuntansi berakhir, kami pun melaksanakan ritual seperti biasa( berburu makanan ) Di hari ini ada dua les sore, yaitu Matematika dan Bahasa Inggris. Les matematika berjalan lancar dibawah komando ibu Julfitri. Lalu Tibalah kami pada les sore Bahasa Inggris dibawah komando mem Yuni.

Entah kenapa, setiap saya melihat mem Yuni, seperti ada aura-aura negatif yang muncul dari ibu guru yang satu ini. Saya seriusss. Perasaan gelisah selalu muncul ketika mem masuk ke dalam kelas untuk melaksanakan proses belajar mengajar. Jujur saja, saya tidak begitu suka dengan pelajaran Bahasa Inggris yang beliau ajarkan. Saat mem Yuni mengajar, dia selalu buru-buru, ingin cepat selesai dan beranggapan kami semua sudah mampu. Dia merasa, kami anak-anak IPA, jadi pasti tahu banyak dan cepat mengerti tentang Bahasa Inggris. Tapi cobalah mem... tidak semua anak IPA itu sama. Kalau mem terus mengajar dengan caranya yang aneh seperti ini, pasti banyak yang tidak mengerti. Kalau banyak yang tidak mengerti, pasti semakin banyak juga yang akan membenci pelajaran Bahasa Inggris, termasuk pengajarnya.

Di hari ini, saat selesai les Matematika, saya merasa sangat capek. jujur saja, saya mau tidur dan tidak ingin mem masuk kelas. Tapi kenyataan berkata lain, ternyata mem segera masuk ke kelas kami setelah memberikan les di kelas lain.

Sebelum membahas soal-soal Bahasa Inggris yang ada pada lembar fotokopian, mem bertanya kepada kami untuk memastikan bahwa kami semua membawa kertas fotokopian itu. Mem pun akhirnya bertanya “ada bawa kertas fotokopian to? siapa yang tidak bawa kertas fotokopian?” betapa terkejutnya mem ketika mengetahui kenyataan yang tidak sesuai dengan harapannya. Setengah dari kami mengangkat tangan; tanda tidak membawa kertas fotokopian soal Bahasa Inggris. Karena mem kecewa, akhirnya mem bilang “yosudah kalo gitu yang ada saja sudah yang tinggal, yang tra bawa trausah”. Lalu mem bilang “coba, sekali lagi... yang tidak bawa, angkat tangan!!! Tinggi!!!”. Tapi betapa terkejutnya mem bahwa yang mengangkat tangan menjadi berkurang dan bahkan tidak sampai 10 orang. Bwuahahahahahaha... emang dasar munafik nih anak-anak XII IPA 2.

Akan tetapi, karena mem tidak ingin ambil pusing, beliau mengatakan kepada kami yang membawa kertas fotokopian soal Bahasa Inggris untuk mengerjakan soal hingga halaman yang telah ditentukan. Tapi kembali mem merasa kecewa setelah mengetahui bahwa kertas fotokopian soal Bahasa Inggris kami belum lengkap. Hahahahahaha... Kami sekelas sudah berusaha untuk mencari alasan dengan menyalahkan Catherine yang saat itu tidak masuk karena sakit sebab dia yang mengatur kertas fotokopian Bahasa inggris. Usaha kami sia-sia, kemarahan mem yang meledak-ledak sudah tidak bisa dibendung lagi dan akhirnya... “ MEM KELUAR KELAS “

Horrrreeeeeeeeeeeeeeeee...
4 Komentar di Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

4 komentar:

g.i.j.o.e said...

suram eee tong kelas nie paling kasihan eeeee....

Axedo said...

kwkwkwkwkwk... itu lagi.

Catherine Tikara said...

Sy yg d salahkan? Okeeh..

Axedo said...

ih ada catherine...
hahaha. s tra ikut2 e...

Post a Comment

Terimakasih atas kunjungan anda.
Tinggalkanlah komentar anda disini karena komentar anda sangat berguna bagi Blog ini.