x

.

Saturday, 2 November 2013

Yang Ini Tidak Suram


Hari ini setelah pulang sekolah, saya les di sekolah seperti biasa. Akhirnya setelah kurang lebih 2 jam belajar dan bicara omong kosong, les pun selesai dan saya sudah siap untuk pulang lalu tidur karena sudah mengantuk. Oh yaaa tadi sebelum mulai les, saya dan beberapa teman(Bram, Juan, Wisnu, dan Justi) makan dulu. Tadinya mau makan di rumah makan dekat sekolah tapi rumah makan disitu belum memasak nasi dan ikan(kalo digabung = Nasi Ikan : Rp.13.000) yang menjadi menu favorit kami karena pas untuk kantong pelajar seperti kami. Hmmmppp... kok bisa yah rumah makan belum masak nasi. Akhirnya kami memutuskan untuk menunggu sebentar karena nasinya sementara dalam proses pemasakan. Setelah menunggu sekitar 2 menit, datanglah Stenly menghampiri saya, Bram, Juan, Wisnu, dan Justi sambil berkata “ weee, kam masih mau tunggu kah? Ikan belum di masak”

Watdafak? nasi belum dimasak, ikan juga belum. Saat itu juga tanpa dikomando, kami ber-5 yang sekarang menjadi ber-6 segera keluar dari rumah makan itu dan mencari rumah makan lain. Saya bisa melihat wajah kekecewaan dari mbak-mbak yang bekerja disitu tapi apa boleh buat, kelaparan yang menerkam jiwa mampu mengalahkan segalanya. Rumah makan dekat sekolah yang saya tidak ingin sebut namanya, daaaaaahhhhhh!!!

Akhirnya kami ber-6 melanjutkan perjalanan menuju rumah makan yang lumayan jauh dari sekolah. Waktu saat itu menunjukkan pukul 13.25 dan artinya masih ada 35 menit lagi waktu yang tersisa untuk makan. Sesampainya di rumah makan yang lain, kira-kira masih ada 30 menit waktu yang tersisa sebelum les dimulai. Dan kami mulai makan pukul 13.35. karena makannya sambil ngegosip, jadi kami selesai kira-kira pukul 14.00. Perjalanan yang awalnya bisa ditempuh dengan waktu 5 menit, kini terasa berat. Kami ber-6 kekenyangan. Saking kekenyangannya, kami berjalan seperti membongkok. Stenly membongkok, saya mebongkok, Bram membongkok, Juan membongkok, dan Justi juga membongkok. Wisnu? Wisnu merayap. Hehehe, gak gak, Wisnu yang paling kekenyangan diantara kami ber-6 sampai-sampai dia tertinggal jauh karena jalannya sangat pelan, tapi tidak sampai merayap kok.

Di tengah perjalanan ya emang dasar kami ber-6 ini laki-laki, jadi jiwa kelelakian kami selalu muncul ketika bertemu dengan cewek, apalagi yang cantik. Di perempatan lampu merah dekat sekolah kami, ada dua cewek yang sepertinya sedang menunggu angkot, yang satunya biasa tapi yang satunya ini gak biasa... cantik? Ya lumayanlah. Entah kenapa kami ber-6 yang saat itu sedang berjalan sambil membongkok tiba-tiba berjalan tegak dan bersama-sama menyeberang jalan seperti preman-preman ibu kota. Stenly langsung segera berjalan tegak, saya, Juan, Bram, Justi, bahkan Wisnu yang sedikit lagi mau merayap tapi gak jadi, juga berjalan tegak. Keren kan? Semua itu terjadi begitu saja tanpa dibuat-buat. Setelah kami sampai di seberang jalan baru kami sadar kalau kami tadi berjalan dengan tegak. Entah Cuma badan kami yang tegak atau ada bagian lain juga yang tegak dari kami ber-6, saya tidak tahu. Begitu sampai di sekolah kira-kira pukul 14.10, kami segera masuk ke kelas dan di dalam kelas sudah ada ibu Rina yang artinya kami ber-6 terlambat.

Setelah pulang les, eh taunya OSIS belum boleh pulang, masih ada latihan untuk upacara tanggal 11 nanti yaitu pelantikkan anggota OSIS baru. Ini adalah upacara yang menakutkan menurut saya, saya sepertinya trauma. Dulu, saat masih kelas 2 dan dilantik menjadi anggota OSIS, ketika nama saya disebut dan saya menjawab “siap”, eh ada beberapa murid yang ketawa... terus pas saya hadap serong kanan dan jalan menuju ke tengah lapangan, eh malah jadi tambah banyak orang yang ketawa, begitu juga saat kembali ke tempat semula. mmmmppp, disaat itu pengen rasanya saya berjalan ke tengah lapangan lalu berjalan terus, lalu belok kanan ke arah pagar dan pulang. Pas latihan saja, kakak-kakak panitia LTC dulu juga ketawa pas saya jalan memasuki lapangan. Dan akhirnya upacara itu termasuk dalam satu dari seribu dua ratus lima upacara yang sama sekali tidak berkesan buat saya. Jujur, saya tidak terlalu pandai yang namanya baris berbaris. Dan tanggal 11 nanti semoga tidak sesuram pelantikkan tahun lalu.

Akhirnya setelah selesai latihan, saya pulang dan bersiap mau tidur, tapi Karena terus memikirkan tentang upacara tanggal 11, jadinya tidak bisa tidur. Nah terus ada banyak buku yang berserakan di lantai, salah satunya ada buku cetak matematika, yaudah, pas saya ambil... eh tiba-tiba keajaiban pun datang, kartu AS saya yang hilang 2 minggu yang lalu dengan indahnya jatuh dari buku cetak matematika itu. Rupanya kartu itu terselip di buku cetak matematika. Tidak penting kenapa sampai bisa terselip di dalam buku cetak matematika, yang penting kartu itu sudah kembali. Yang pernah baca postingan saya yang sebelumnya tentang liburan pasti tahu. Hahahhahahahhaa...kartu sudah kembali, Saya bisa internetan lagi, download-download film lagi, smsan dan telponan lagi(sama TELKOMSEL), dan bisa lain-lainnya. meskipun saya sama sekali tidak pernah ikut ibadah rosario di bulan oktober, tapi Tuhan tetap baik masih mau mempertemukan saya dengan kartu AS saya kembali. memang benar, Tuhan itu maha baik, selalu mendengengarkan doa setiap hambanya meskipun sangat-sangat berdosa sekalipun.

Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.(Matius 7:7-8)

2 Komentar di Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

2 komentar:

Anonymous said...

itu suram tman..
wkwk..

:: NurMich::

Axedo said...

Hahaha... iyokah?
Gak juga bro.

Post a Comment

Terimakasih atas kunjungan anda.
Tinggalkanlah komentar anda disini karena komentar anda sangat berguna bagi Blog ini.